Rindu Untuk Ayah

Ayah... Aku sangat senang saat kau pulang membawakan mainan untukku. Sebuah kapal remot yang kala itu kita mainkan bersama di kolam ikan belakang rumah. Tapi bolehkan saat ini kita mengulangnya sekali saja ?  

Ayah... Aku mengerti saat itu kau sangat ingin memelukku dan aku pun juga ayah. Seandainya kau tau tangisan subuh itu, aku bukan tak mau memelukmu dan melepas pelukan ibu. Namun kau seharusnya tau ayah, aku ingin kau tetap bersama ku.

Setiap detik, menit, jam, hari, bulan dan tahun aku ingin bersamamu, memelukmu, mendengar nasehatmu, melihat senyummu, merasakan amarahmu bukan pertanyaan-pertanyaan orang lain mengenai keberadaanmu.

Ayah... Saat diriku putus asa dan ingin menyerah, aku ingin engkau datang memegang tanganku, membisikan kata terbaikmu di telingaku dan menghapus tetesan air mata dengan kelembutan cintamu.

Ayah... Apakah kau tau jika aku sering membicarakan kerinduanku kepada Tuhan dalam setiap doa-doa ku?

Entah tau atau tidak yang aku yakini Tuhan selalu mendengar dan menyampaikan doaku untukmu.

Ayah... ketika aku bertambah umur, yang ku nanti hanyalah kedatanganmu untukku. Hari ini tepat di umur ke 20 tahun, harapanku masih sama "Menemui mu dan Kembali berkumpul bersama seperti kala itu"

   "Terlalu naif Ayah jika aku katakan Putrimu baik-baik saja setelah kau pergi waktu subuh  itu" 


Oleh: Feby Ratna Gusti

Komentar

  1. Benar kata orang mimik wajah bisa berakting tpi hati terlalu pinter untuk dibodohi
    Good Luck....

    BalasHapus

Posting Komentar