[Berteman dan Menderita]


Persahabatan bagai kepompong, berubah ulat menjadi kupu-kupu.


Sering kan ya denger lagu/ungkapan itu. Kalimat yang menurut Saya seperti sihir. Kalimat yang sering Saya jadikan sebagai senjata ampuh, ketika pertemanan berubah menjadi hal yang "membuat kita menderita".

Nah menderitanya sebuah pertemanan itu wajar, maka belajar mendewasakan diri dalam lingkup pertemanan itu perlu. Karena tidak selamanya lingkup pertemanan kita berhenti pada satu titik yang sama, artinya dia akan berubah. Entah berubah dalam hal personil, narasi, pola pikir, atau bahkan keterikatan batiniyah diantara anggotanya.


Jadi... berkawanlah kita dengan mereka yang mau mengerti kita, dan kita pun mampu berkembang bersama mereka. Perlu diingat saja bahwa ada sebuah perkataan dari Umar bin Khattab yang bunyinya seperti ini, 

“Tidaklah seseorang diberikan kenikmatan setelah Islam, yang lebih baik daripada kenikmatan memiliki saudara (semuslim) yang saleh. Apabila engkau dapati salah seorang sahabat yang saleh maka pegang lah erat-erat.” [Quutul Qulub 2/17]


Maka pertemanan yang sehat adalah pertemanan yang mampu menjadikan kita jauh lebih baik dari sebelumnya. Dan ketika kita diberi nikmat berupa teman yang baik, maka peganglah ia dan mintalah agar kamu menjadi salah satu sahabatnya yang kelak bisa ia hadiahi syafa'at. 


Jangan egois ya, Surga itu luas jadi tak perlu khawatir jika temanmu akan merebut jatah Surgamu. Biarkan diri kita bersahabat dan bertetangga hingga pada akhir kebaikan terindah (Surga).


Kalo kamu udah di Surga, dan kalo kamu belum ketemu aku disana. Tolong mintakan kepada Allah agar aku dipercepat hisabnya dan segera berkumpul denganmu disana.






Komentar