[I'tikaf Berdarah di Masjidil Aqsa]
Beberapa hari ini sedang sangat kesal dan marah dengan ulah para zionis tak beradab itu. Bagaimana bisa mereka menyerang orang-orang tak bersenjata? Bagaimana bisa mereka melukai hamba-hamba yang sedang berserah kepada Sang Pencipta? Marah. Amat marah. Rasanya hati ini ikut hancur melihat tetesan darah para hamba mulia. Namun ada satu pertanyaan yang terlintas tiba-tiba. Aku bisa apa?
Zionis itu tak hanya melukai fisik atau batin warga Palestina. Mereka pun secara terang-terang melukai hati setiap manusia yang berakal. Rasanya sedih sekali ketika saudara-saudara kita diseret, disiksa, dilecehkan, bahkan direndahkan. Sedih karena diri ini belum mampu berbuat apa-apa.
Seandainya aku punya kekuatan seribu gajah, akan ku goncangkan para zionis tak beradab itu. Seandainya aku punya kekuatan memindahkan gunung ke satu tempat ke tempat lainnya, akan ku timpakan di atas kepala zionis itu. Seandainya Allah mengizinkan diri ini menginjakkan kaki di tanah para Nabi, aku rela syahid demi tegakknya keadilan Palestina.
Kini, mampu ku hanya melangitkan ribuan doa terbaik untuk saudara muslim Palestina. Semoga segala yang tertumpah saat ini, entah keringat, air mata atau bahkan darah terbalas dengan keindahan abadi-Nya. Mereka yang syahid demi tegaknya islam sudah Allah siapkan Surga, insyaAllah.
Birruh, Biddam, Nafdika Ya Aqsha!

Komentar
Posting Komentar